Pages

Sabtu, 26 September 2015

PENGARUH PENGGANTIAN OLI TERHADAP PERFORMA KENDARAAN BERMOTOR



BAB I
PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang
Telah kita ketahui setiap kendaraan memerlukan oli. Karena oli adalah salah satu komponen yang harus ada di dalam mesin, bagaikan darah bagi manusia. Saat kita memutuskan untuk mengganti oli dan memutuskan untuk menggunakan merk oli tertentu, kita sangat terpengaruh dengan iklan yang menarik atau sasaran dari bengkel dimana kita menservis kendaraan kita, tetapi kita belum tentu mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya dari iklan maupun bengkel tersebut. Atau juga pertimbangan kita adalah harga termurah dan juga anggapan kita bahwa semua oli itu sama saja kualitas dan fungsinya,  yang penting oli tersebut bisa melumasi mesin kendaraan kita sehingga bisa digunakan.
Dalam mengganti oli untuk kendaraan, kita perlu berhati-hati agar tidak salah dalam mengganti oli, karena sebagian besar oli yang beredar dipasaran adalah oli konvensional yang bermutu sangat rendah sehingga para ahli menyebutnya sebagai oli tidak layak pakai. Disebut demikian karena kualitas oli tersebut sangat rendah sehingga dalam waktu relatif singkat oli tersebut tidak mampu berfungsi sebagaimana mestinya, bahkan oli tersebut meninggalkan endapan dan kerak di dalam ruang mesin. Pada umumnya masa ganti oli yang direkomendasikan dari oli konvensional berkisar antara 2000 km hingga 5000 km. Namun pada kenyataannya oli tersebut sudah abnormal atau sudah tidak layak pakai jauh sebelum masa gantinya. Hal ini dibuktikan waktu mengganti oli, oli yang akan diganti tersebut kondisinya sangat memprihatinkan.
Maka dalam mengganti oli kita harus memperhatikan spesifikasi dari oli, jangan hanya melihat dari iklan atau merknya. Karena penggantian oli dapat mempengaruhi performa kendaraan. Oli yang baik biasanya terdapat SAE (Society of Automotive Engineers) dan simbol API (American Petroleum Institute).

1.2         Tujuan Penulisan Karya Ilmiah
1.3         Manfaat Penulisan Karya Ilmiah



BAB II
PEMBAHASAN
            Dalam mengganti oli kita harus memperhatikan spesifikasi oli tersebut. Kita tidak bisa mengganti oli dengan asal-asalan. Karena oli yang baik itu harus memiliki fungsi yang sebagaimana mestinya. Fungsi oli yang pertama adalah melumasi yaitu mengurangi gesekan dan keausan dengan melapisi permukaan yang bergerak/bergesek dengan oli (Tim Toyota,2005: ). Fungsi lainnya dari oli adalah menyalurkan panas keluar dari komponen-komponen mesin, mencegah kerusakan metal akibat oksidasi dan korosi. Dan juga berfungsi untuk membersihkan yaitu menghilangkan dan menahan kotoran seperti karbon, sludge, varnish tetap alam bulk pelumas dan membawanya ke filter untuk dipisahkan serta pemindah tenaga dan media perapat. Tim Yamalube(2010:4) oli melumasi mesin disamping itu juga melumasi gigi transmisi, jika kualitas oli yang digunakan tidak baik atau tidak sesuai dengan spesifikasi yang disarankan, maka dapat menyebabkan penurunan kinerja mesin karena komponen-komponen yang bergerak tidak mendapatkan perlindungan yang optimal.
            Maka dalam mengganti oli kita harus memperhatikan 2 hal penting yaitu kekentalan dan kualitas oli yang akan dipilih.
Suatu badan internasional SAE (Society of Automotive Engineers) mempunyai standar kekentalan dengan awalan SAE di depan indek kekentalan. Umumnya menentukan temperatur yang sesuai dimana oli tersebut dapat digunakan. Tapi memilih oli harus hati-hati, tidak hanya yang sesuai dengan temperatur setempat tapi juga kondisi kerja mesin perlu diperhatikan(Tim Toyota,2005:)
Hal lain yang harus diperhatikan adalah kualitas oli. Tim Toyota(2005:)”kualitas oli mesin diklasifikasikan sesuai dengan standar API (American Petroleum Institute) dan dites dengan cara API”.
            Dipasaran sekarang banyak beredar oli konvensional, yaitu oli yang kualitasnya sangat buruk dan masa ganti yang sangat singkat. Dipasaran juga ada oli yang masa gantinya cukup lama yaitu sekitar 25000 km yang biasa disebut Extended Drain Oil. Tes performa telah dilakukan oleh American Petroleum Institute (API), metode test atau uji masa ganti oli (MACK EO-M PLUS TEST) dilakukan melalui penelitian yang super ketat dengan kondisi putaran mesin yang extra tinggi, dengan temperatur yang super panas dan dengan kualitas bahan bakar yang sangat rendah. Tes tersebut menunjukkan masa ganti oli tersebut cukup lama.
            Ada 3 Faktor utama yang perlu kita jadikan pedoman saat kita memilih oli:
1. Performa
Performa dari oli berkaitan dengan apa yang kita rasakan saat kita menggunakan oli ini. Misalnya tarikan menjadi ringan, kecepatan meningkat, bunyi mesin halus, hemat BBM, emisi/ gas buang ramah lingkungan, temperatur mesin rendah. Umumnya oli yang dirancang khusus balap atau dikenal dengan racing oil sangat mengutamakan faktor performa ini. Untuk mengetahui apakah oli yang kita pilih memiliki performa  yang tinggi dapat kita peroleh dari data spesifikasi oli. Namun karena pada umumnya kita belum bisa membaca spesifikasi oli, maka kita bisa mengacu pada API Service yang tercantum di kemasan oli. API category dikeluarkan oleh American Petroleum Institute dan akan mencantumkan tingkat oli dengan tanda API DONUT pada kemasan. Apabila API Service dicantumkan tanpa ada tanda API DONUT, berarti oli tersebut belum pernah dikirim ke American Petroleum Institute ( suatu lembaga independen yang diakui oleh produsen oli di seluruh dunia dalam hal pengujian oli ) untuk diuji. Sebaiknya jangan memilih oli yang tidak memiliki tanda API DONUT karena tingkat oli tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Semakin tinggi tingkat dari oli, semakin baik pula performa dari oli tersebut.
2. Daya Tahan
Daya tahan dari oli berkaitan dengan Drain Interval atau masa ganti oli. Oli harus diganti pada masa tertentu, hal itu disebabkan oleh karena pada masa itu oli sudah dalam keadaan tidak layak pakai atau sudah tidak mampu lagi berfungsi sebagaimana seharusnya. Namun apabila oli dalam kondisi normal atau masih berfungsi dengan baik maka oli tersebut tidak perlu diganti. Masa ganti oli yang benar adalah masa menjelang oli tersebut menjadi abnormal atau tidak layak pakai. Salah satu ciri dari oli berkualitas adalah yang tergolong Extended Drain Oil Interval yaitu oli dengan masa ganti sekitar 25.000 Km. Untuk mengetahui apakah oli masih layak pakai atau tidak, bisa melakukan uji laboratorium. Secara manual oli bisa diuji dengan cara dicium apakah ada aroma terbakar ataukah tidak. Apabila tercium aroma terbakar maka oli tersebut sudah rusak atau sudah tidak layak pakai. Cara kedua adalah dengan cara diraba. Apabila terasa ada banyak partikel, maka oli tersebut sudah tidak layak pakai. Perubahan warna bukan merupakan pedoman untuk mengetahui apakah oli tersebut masih layak pakai atau tidak. Oli yang dipergunakan untuk mesin diesel sangat cepat berubah warna menjadi hitam karena sifat dari mesin diesel membuat oli cepat berubah warna menjadi hitam, sedangkan oli yang dipergunakan untuk mesin berbahan bakar bensin lebih lambat berubah warna menjadi hitam. Jadi jangan pernah menganalisa apakah oli masih layak pakai atau tidak berdasarkan perubahan warnanya. 
3. Perlindungan
Perlindungan berkaitan dengan kemampuan oli tersebut melindungi mesin dari kerusakan dini. Oli harus melindungi komponen vital motor utamanya kopling dan rangkaian gear pada transmisi, sehingga lebih awet dan tahan lama(Tim Pertamina,2009:84). Oli yang memiliki kemampuan proteksi yang baik mampu menjaga agar mesin tetap bersih, tidak timbul sludge atau endapan seperti lumpur yang seringkali mengganggu kerja ring piston dan mampu melindungi seluruh komponen diruang mesin dari terjadinya gesekan. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa oli yang memiliki kemampuan proteksi yang baik, tetap dalam kondisi normal atau masih sangat layak pakai saat drain interval atau masa ganti oli yang direkomendasi tiba.

Ketiga faktor utama dari pedoman memilih oli ini bisa dibuktikan kebenarannya setelah oli yang saudara pilih anda pergunakan. Ternyata dibandingkan dengan oli konvensional, Extended Drain Oil ini mampu menurunkan suhu mesin. Sedangkan oli konvensional yang selama ini anda pergunakan membuat temperatur mesin menjadi tinggi. Perbandingan penggunaan oli  terhadap performa mesin kendaraan adalah sebagai berikut:
 
No
PERFORMA
OLI KONVENSIONAL
EXTENDED DRAIN OIL
1.
TEMPERATUR MESIN
TINGGI
RENDAH
2.
PEMUAIAN
MAKSIMAL
MINIMAL
3.
VISKOSITAS
RENDAH
TINGGI
4.
TARIKAN
BERAT
RINGAN
5.
KECEPATAN
TIDAK MAKSIMAL
MAKSIMAL
6.
BAHAN BAKAR MINYAK
BOROS
HEMAT
7.
GESEKAN LOGAM
BANYAK
SEDIKIT
8.
KEAUSAN
TERJADI KEAUSAN
TIDAK TERJADI KEAUSAN
9.
ENDAPAN LUMPUR
TERJADI ENDAPAN
TIDAK TERJADI ENDAPAN
10.
OLI & ADDITIVE
CEPAT RUSAK
TIDAK RUSAK
11.
TURUN MESIN
100.000 KM – 200.000 KM
2 JUTA KM BELUM TURUN MESIN



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 komentar:

Posting Komentar