BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Telah kita ketahui setiap kendaraan memerlukan oli.
Karena oli adalah salah satu komponen yang harus ada di dalam mesin, bagaikan
darah bagi manusia. Saat kita memutuskan untuk mengganti oli dan memutuskan
untuk menggunakan merk oli tertentu, kita sangat terpengaruh dengan iklan yang
menarik atau sasaran dari bengkel dimana kita menservis kendaraan kita, tetapi
kita belum tentu mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya dari iklan
maupun bengkel tersebut. Atau juga pertimbangan kita adalah harga termurah dan
juga anggapan kita bahwa semua oli itu sama saja kualitas dan fungsinya, yang penting oli tersebut bisa melumasi mesin
kendaraan kita sehingga bisa digunakan.
Dalam mengganti oli untuk kendaraan, kita perlu
berhati-hati agar tidak salah dalam mengganti oli, karena sebagian besar oli
yang beredar dipasaran adalah oli konvensional yang bermutu sangat rendah
sehingga para ahli menyebutnya sebagai oli tidak layak pakai. Disebut demikian
karena kualitas oli tersebut sangat rendah sehingga dalam waktu relatif singkat
oli tersebut tidak mampu berfungsi sebagaimana mestinya, bahkan oli tersebut
meninggalkan endapan dan kerak di dalam ruang mesin. Pada umumnya masa ganti
oli yang direkomendasikan dari oli konvensional berkisar antara 2000 km hingga
5000 km. Namun pada kenyataannya oli tersebut sudah abnormal atau sudah tidak
layak pakai jauh sebelum masa gantinya. Hal ini dibuktikan waktu mengganti oli,
oli yang akan diganti tersebut kondisinya sangat memprihatinkan.
Maka dalam mengganti oli kita harus memperhatikan
spesifikasi dari oli, jangan hanya melihat dari iklan atau merknya. Karena
penggantian oli dapat mempengaruhi performa kendaraan. Oli yang baik biasanya
terdapat SAE (Society of Automotive Engineers)
dan simbol API (American Petroleum
Institute).
1.2
Tujuan Penulisan Karya Ilmiah
1.3
Manfaat Penulisan Karya Ilmiah
BAB
II
PEMBAHASAN
Dalam mengganti oli kita harus
memperhatikan spesifikasi oli tersebut. Kita tidak bisa mengganti oli dengan
asal-asalan. Karena oli yang baik itu harus memiliki fungsi yang sebagaimana mestinya.
Fungsi oli yang pertama adalah melumasi yaitu mengurangi gesekan dan keausan dengan melapisi
permukaan yang bergerak/bergesek dengan oli (Tim Toyota,2005: ). Fungsi
lainnya dari oli adalah menyalurkan panas keluar dari komponen-komponen mesin,
mencegah kerusakan metal akibat oksidasi dan korosi. Dan juga berfungsi untuk
membersihkan yaitu menghilangkan dan menahan kotoran seperti karbon, sludge,
varnish tetap alam bulk pelumas dan membawanya ke filter untuk dipisahkan serta
pemindah tenaga dan media perapat. Tim Yamalube(2010:4) oli melumasi mesin
disamping itu juga melumasi gigi transmisi, jika kualitas oli yang digunakan
tidak baik atau tidak sesuai dengan spesifikasi yang disarankan, maka dapat
menyebabkan penurunan kinerja mesin karena komponen-komponen yang bergerak
tidak mendapatkan perlindungan yang optimal.
Maka dalam mengganti oli kita harus
memperhatikan 2 hal penting yaitu kekentalan dan kualitas oli yang akan
dipilih.
Suatu
badan internasional SAE (Society of Automotive Engineers) mempunyai standar
kekentalan dengan awalan SAE di depan indek kekentalan. Umumnya menentukan
temperatur yang sesuai dimana oli tersebut dapat digunakan. Tapi memilih oli
harus hati-hati, tidak hanya yang sesuai dengan temperatur setempat tapi juga
kondisi kerja mesin perlu diperhatikan(Tim Toyota,2005:)
Hal
lain yang harus diperhatikan adalah kualitas oli. Tim Toyota(2005:)”kualitas
oli mesin diklasifikasikan sesuai dengan standar API (American Petroleum
Institute) dan dites dengan cara API”.
Dipasaran sekarang banyak beredar
oli konvensional, yaitu oli yang kualitasnya sangat buruk dan masa ganti yang
sangat singkat. Dipasaran juga ada oli yang masa gantinya cukup lama yaitu
sekitar 25000 km yang biasa disebut Extended
Drain Oil. Tes performa telah dilakukan oleh American Petroleum Institute (API), metode test atau uji masa ganti
oli (MACK EO-M PLUS TEST) dilakukan
melalui penelitian yang super ketat dengan kondisi putaran mesin yang extra
tinggi, dengan temperatur yang super panas dan dengan kualitas bahan bakar yang
sangat rendah. Tes tersebut menunjukkan masa ganti oli tersebut cukup lama.
Ada 3 Faktor utama yang perlu kita jadikan pedoman saat kita memilih oli:
1. Performa
Performa dari oli berkaitan dengan apa
yang kita rasakan saat kita menggunakan oli ini. Misalnya tarikan menjadi ringan, kecepatan meningkat, bunyi mesin halus, hemat BBM, emisi/ gas buang ramah lingkungan, temperatur mesin rendah. Umumnya oli yang dirancang khusus balap atau dikenal
dengan racing oil sangat mengutamakan
faktor performa ini. Untuk
mengetahui apakah oli yang kita pilih memiliki performa yang
tinggi dapat kita peroleh dari data spesifikasi oli. Namun karena pada umumnya
kita belum bisa membaca spesifikasi oli, maka kita bisa mengacu pada API Service
yang tercantum di kemasan oli. API category dikeluarkan oleh American Petroleum Institute dan akan mencantumkan tingkat oli dengan tanda API DONUT pada
kemasan. Apabila API Service
dicantumkan tanpa ada tanda API DONUT,
berarti oli tersebut belum pernah dikirim ke American Petroleum Institute ( suatu lembaga independen yang diakui
oleh produsen oli di seluruh dunia dalam hal pengujian oli ) untuk diuji.
Sebaiknya jangan memilih oli yang tidak
memiliki tanda API DONUT karena tingkat oli tersebut
tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Semakin tinggi tingkat dari oli,
semakin baik pula performa dari oli tersebut.
2. Daya Tahan
Daya tahan dari oli berkaitan dengan Drain
Interval atau masa ganti oli. Oli harus
diganti pada masa tertentu, hal itu disebabkan oleh karena pada masa itu oli
sudah dalam keadaan tidak layak pakai atau sudah tidak mampu lagi berfungsi
sebagaimana seharusnya. Namun apabila oli dalam kondisi normal atau masih
berfungsi dengan baik maka oli tersebut tidak perlu diganti. Masa ganti oli
yang benar adalah masa menjelang oli tersebut menjadi abnormal atau tidak layak
pakai. Salah satu ciri dari oli berkualitas adalah yang tergolong Extended
Drain Oil Interval yaitu oli dengan masa
ganti sekitar 25.000 Km. Untuk mengetahui apakah oli
masih layak pakai atau tidak, bisa melakukan uji laboratorium. Secara manual
oli bisa diuji dengan cara dicium apakah ada aroma terbakar ataukah tidak.
Apabila tercium aroma terbakar maka oli tersebut sudah rusak atau sudah tidak
layak pakai. Cara kedua adalah dengan cara diraba. Apabila terasa ada banyak
partikel, maka oli tersebut sudah tidak layak pakai. Perubahan warna
bukan merupakan pedoman untuk mengetahui apakah oli tersebut masih layak pakai atau tidak. Oli yang dipergunakan untuk mesin diesel sangat cepat
berubah warna menjadi hitam karena sifat dari mesin diesel membuat oli cepat
berubah warna menjadi hitam, sedangkan oli yang dipergunakan untuk mesin
berbahan bakar bensin lebih lambat berubah warna menjadi hitam. Jadi jangan
pernah menganalisa apakah oli masih layak pakai
atau tidak berdasarkan perubahan warnanya.
3. Perlindungan
Perlindungan berkaitan dengan kemampuan oli tersebut melindungi mesin dari kerusakan
dini. Oli harus melindungi komponen vital motor utamanya kopling dan rangkaian
gear pada transmisi, sehingga lebih awet dan tahan lama(Tim Pertamina,2009:84).
Oli yang memiliki kemampuan proteksi yang baik mampu menjaga agar mesin tetap bersih, tidak timbul sludge atau endapan seperti
lumpur yang seringkali mengganggu kerja ring piston dan mampu melindungi seluruh komponen
diruang mesin dari terjadinya gesekan. Dengan
demikian dapat kita simpulkan bahwa oli yang memiliki kemampuan proteksi yang
baik, tetap dalam kondisi normal atau masih sangat layak pakai saat drain
interval atau masa ganti oli yang direkomendasi tiba.
Ketiga faktor utama dari pedoman memilih oli ini bisa dibuktikan
kebenarannya setelah oli yang saudara pilih anda pergunakan. Ternyata
dibandingkan dengan oli konvensional, Extended Drain Oil ini mampu menurunkan suhu mesin.
Sedangkan oli konvensional yang selama ini anda pergunakan membuat temperatur
mesin menjadi tinggi. Perbandingan penggunaan oli terhadap performa mesin kendaraan adalah
sebagai berikut:
No
|
PERFORMA
|
OLI KONVENSIONAL
|
EXTENDED DRAIN OIL
|
1.
|
TEMPERATUR MESIN
|
TINGGI
|
RENDAH
|
2.
|
PEMUAIAN
|
MAKSIMAL
|
MINIMAL
|
3.
|
VISKOSITAS
|
RENDAH
|
TINGGI
|
4.
|
TARIKAN
|
BERAT
|
RINGAN
|
5.
|
KECEPATAN
|
TIDAK
MAKSIMAL
|
MAKSIMAL
|
6.
|
BAHAN BAKAR MINYAK
|
BOROS
|
HEMAT
|
7.
|
GESEKAN LOGAM
|
BANYAK
|
SEDIKIT
|
8.
|
KEAUSAN
|
TERJADI
KEAUSAN
|
TIDAK
TERJADI KEAUSAN
|
9.
|
ENDAPAN LUMPUR
|
TERJADI ENDAPAN
|
TIDAK
TERJADI ENDAPAN
|
10.
|
OLI & ADDITIVE
|
CEPAT
RUSAK
|
TIDAK
RUSAK
|
11.
|
TURUN MESIN
|
100.000 KM
– 200.000 KM
|
2 JUTA KM
BELUM TURUN MESIN
|
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
0 komentar:
Posting Komentar