Haloo, postingan pertama ini aku akan memperkenalkan tentang pelajaran otomotif yang aku pelajari di salah satu ormawa di jurusanku Teknik Mesin ITS. Pelajaran otomotif ini juga sangat berguna untuk ilmu yang mendukung dalam perkuliahan di Teknik Mesin. Oke langsung saja, postingan pertama adalah tentang Kontruksi Dasar - Dasar Otomotif. Selamat Belajar :) .
I. BAGIAN UTAMA DALAM MOTOR BAKAR.
a. SILINDER (CYLINDER)
Ibarat badan manusia maka
silinder ini diibaratkan seperti lambung yang berguna untuk mencerna makanan
menjadi zat-zat penting berupa vitamin dan kalori yang kemudian akan disalurkan
keseluruh tubuh untuk menimbulkan daya kerja manusia. Demikian halnya silinder
adalah sebagai tempat pembakaran campuran bahan bakar dengan udara untuk
mendapatkan tekanan dan temperatur yang tinggi.
Akibat adanya tekanan tinggi dan gesekan gesekan torak terhadap dinding silindernya, maka pembuatan silinder itu harus dikerjakan dengan cara halus , teliti dan baik dengan bahan logam yang berkualitas tinggi agar tahan lama, tahan gesekan serta tahan terhadap temperatur dan tekanan tinggi.
Akibat adanya tekanan tinggi dan gesekan gesekan torak terhadap dinding silindernya, maka pembuatan silinder itu harus dikerjakan dengan cara halus , teliti dan baik dengan bahan logam yang berkualitas tinggi agar tahan lama, tahan gesekan serta tahan terhadap temperatur dan tekanan tinggi.
Pada mesin 4 langkah,
dinding silindernya berbentuk rata dan polos, sedangkan pada mesin 2 langkah
terdapat rongga rongga bilas dan rongga pembuangan.
b. KEPALA SILINDER (CYLINDER HEAD)
Seperti
halnya pada silinder yang mengalami tekanan dan temperatur tinggi, demikian
juga pada kepala silinder terutama dibagian ruang bakarnya. Umumnya kepala
silinder dibuat dari bahan aluminium paduan.
Untuk
menghindarkan terjadinya kebocoran gas terutama pada langkah kompresi, maka
pemasangan paking dan pengencangan baut untuk merapatkan kepala silinder
terhadap silindernya, harus seteliti mungkin.
c. BAK MESIN (CRANKCASE)
Sering juga disebut sebagai Karter. Bagian ini berfungsi sebagai pendukung dari bagian kepala silinder, dan silinder dimana di dalam crankcase terdapat poros engkol, gigi transmisi dan lain sebagainya. Bak mesin umumnya juga dibuat dari bahan logam aluminium paduan.
Beberapa
jenis motor 2 langkah, pada bagian bak mesinnya
terdapat rongga yang dihubungkan dengan karburator sebagai pemasukan
bahan bakar. Pada motor 4 langkah, bak mesin juga merupakan
wadah minyak pelumas sekaligus juga sebagai pendinginan minyak pelumas di dalam
sirkulasinya
d. TORAK (PISTON)
Piston adalah salah satu
bagian yang penting dalam motor bakar karena berfungsi mengkompresi campuran
udara dan bahan baker sampai pada tekanan dan temperature tertentu sebelum
dipercikkan api oleh busi.
Karena torak mengalami
kerja dan beban yang berat di dalam silinder dan ruang bakar, maka pada
pembuatan torak telah diperhitungkan secara baik bahan logam apa yang
digunakannya dan bentuk bagaimana dari torak itu sendiri, agar ia dapat
mengatasi fungsinya di dalam mesin.
Umumnya piston terbuat dari bahan aluminium paduan, yang mempunyai
sifat-sifat :
- Ringan
- Penghantar panas yang baik
- Pemuaian kecil
- Tahan terhadap keausan akibat gesekan
- Kekuatan yang tinggi, terutama pada temperatur yang tingi
Bentuk
dari kepala torak umumnya rata, tetapi dengan adanya kebutuhan sehubungan
dengan kompresi dan bentuk ruang bakarnya, maka torak pada sepeda motor dapat
berbentuk :
- Cekung
- Cembung
- Kerucut terpancung
- Bentuk deflector ( tonjolan pengarah gas ), seperti umumnya pada motor 2 langkah, dengan maksud untuk membantu pemisahan antara gas baru dengan gas bekas.
e. CINCIN TORAK (PISTON RING)
Fungsi cincin torak :
· Mempertahankan
kerapatan antara torak dengan dinding silinder agar tidak ada kebocoran gas
dari ruang bakar kedalam bak mesin. Untuk itu cincin torak harus mempunyai
kepegasan yang kuat dalam menekan ke dinding silinder.
· Membantu
pengontrolan lapisan minyak pelumas di dinding silinder.
Dari fungsi
tersebut diatas, jelaslah bahwa cincin torak harus dibuat dari bahan yang
memenuhi syarat. Pada
umumnya dibuat dari bahan besi tuang dan ada juga dari bahan baja paduan dengan
tambahan bahan-bahan lain sebagai lapisan pada bagian permukaan yang bergesekan
untuk tujuan meningkatkan ketahanan
terhadap keusan.
Melihat
fungsi-fungsinya seperti yang dijelaskan diatas, maka cincin torak dapat di
bedakan menjadi 2 macam :
- Cincin kompresi
- Cincin pelumasan
`Umumnya mesin sepeda motor 4 langkah mempergunakan 3
buah cincin dengan tugas :
- 2 buah sebagai cincin kompresi
- 1 buah sebagai cincin pelumasan
f. PENA TORAK (PIN PISTON)
Fungsinya adalah untuk mengikat
torak terhadap batang penggerak, di samping bertugas juga sebagai pemindah
tenaga dari torak ke batang penggerak agar gerak bolak-balik dari torak dapat
dirubah menjadi gerak berputar pada poros engkol ( gambar 5 ). Walaupun ringan
bentuknya, tetapi pena torak terbuat dari bahan paduan yang bermutu tinggi,
karena ia harus tahan terhadap beban yang sangat besar.
g.
BATANG PENGGERAK ( CONECTING ROD)
Sering disingkat sebagai Con-rod. Batang penggerak adalah suatu bagian
yang menghubungkan torak dengan poros engkol. Konstruksi dari
batang penggerak adalah terdiri dari bagian-bagian yang dinamakan :
- - Kepala kecil
- - Tangkai
- - Kepala besar.
Pada
umumnya panjang batang penggerak kira-kira sebesar 2 kali langkah gerak torak
(stroke) dan dibuat dari bahan baja atau besi tuang.
h.POROS ENGKOL
Seperti telah dijelaskan sebelumnya
bahwa gerak bolak balik pada torak telah dirubah menjadi gerak berputar oleh
poros engkol.
Pada
umumnya poros engkol dibuat dari bahan
baja. Jenis poros engkol yang dipergunakan pada mesin sepeda motor adalah :
- Jenis built up : seperti pada motor jenis kecil yang mempunyai jumlah silinder satu atau dua.
- Jenis one – piece : seperti pada motor jenis besar yang mempunyai jumlah silinder banyak, misalnya : honda CB-750.
i.
RODA GILA ( FLY WHEEL )
Setelah berakhirnya langkah kerja,
poros engkol harus tetap berputar untuk menjamin agar torak dapat mencapai
langkah- langkah berikutnya. Dapat berputarnya poros engkol secara terus
menerus itu, adalah akibat adanya tenaga gerak ( energi kinetis ) yang disimpan
pada roda gilanya, sebagai kelebihan pada saat langkah kerja. Roda gila
ini dalam pembuatannya harus dibalansir dengan teliti agar putaran mesin rata
betul, tanpa getaran-getaran. Pada mesin sepeda motor, umumnya roda gila
berfungsi juga sebagai rotor generator.
II.
UKURAN UKURAN PENTING DARI MOTOR BAKAR
a. DIAMETER SILINDER ( D) X PANJANG GERAK LANGKAH
TORAK(s).
Ukuran dari pada besar silinder suatu motor bakar
dinyatakan dengan diameter silinder (D) dan gerak langkah torak/stroke (s).
b. ISI / KAPASITAS SILINDER (cc).
Yang dimaksud di sini adalah isi(volume) dari silinder
antara T.M.A – T.M.B . Sebagaimana kita ketahui isi dari ini adalah merupakan
isi dari tabung dengan diameter lingakaran atas adalah D ( jari-jari R = ½ D)
dan tinggi = s ( gambar 16)
Dengan demikian isi silinder dapat dihitung dengan rumus
:
Isi = 22/7 X R X R X s
Isi = 22/7 x ½ D x ½ D x s
Isi = 22/28 x D x D x s
Contoh :
Honda CB – 100
Diameter
silinder (D) = 50,5 mm = 5,05 cm
Panjang
langkah gerak torak (s) = 49,5 mm = 4,95 cm
Isi
= 22/28 x 5,05 x 5,05 x 4,95
= 99,19 cc
Dibulatkan
menjadi 100 cc
Bilamana jumlah silinder tidak satu, seperti Toyota crown
yang berjumlah 6 buah, maka isi silinder juga dikalikan 6
Contoh : Toyota crown 6 silinder
D = 80 mm = 8 cm
A = 85 mm = 8,5 cm
Jumlah silinder = 6
buah
Isi = 6 X 22/28 X
D X D X s
= 6 X 22/28
X 8 X
8 X 8,5
= 2563 cc
Oke , sekian untuk materi pertama ini. Sampai jumpa di materi selanjutnya. tetap semangat belajar ya :)
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer



0 komentar:
Posting Komentar